.quickedit{ display:none; }

Laporan Praktikum Respirasi Jangkrik


LAPORAN PRATIKUM BIOLOGI
SISTEM RESPIRASI PADA HEWAN JANGKRIK

DISUSUN OLEH:
Nama Kelompok               : Agi Febrian Trihadijaya
Indri Marantika Wulandari
Melan Tesa Anjelina
M. Yazadi
Yessica Viania Variska
Yolanda Dwi Juliana
Kelas                                  : XI PSIA 1
Tanggal Praktikum            : 22 Februari 2013
Guru Mata Pelajaran        : Dewi Artati, M.Pd Si

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU UTARA
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 ARGAMAKMUR
2013
____________________________________________________________________________
BAB 1
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Untuk melangsungkan kehidupannya makhluk hidup memerlukan udara bernapas. Udara merupakan kebutuhan sehari-hari yang wajib didapatkan bagi setiap makhluk hidup. Udara yang didapatkan setiap hari digunakan oleh tubuh sebagai bahan material.
Proses pengambilan oksigen yang dilakukan oleh makhluk hidup disebut system respirasi. Terdapat 2 macam respirasi yaitu respirasi eksternal (bernapas) meliputi pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 serta uap air. Dan respirasi internal (pernapasan selurel) terjadi didalam sel. Secara garis besar, pernapasan merupakan pemecahan glukosa dengan bantuan enzim-enzim untuk menghasilkan energy.
System respirasi tidak hanya di lakukan oleh manusia,  namun juga pada tumbuhan dan hewan. System respirasi pada ketiga makhluk hidup tersebut memilik perbedaan. Seperti pada tumbuhan, system respirasi pada tumbuhan sangat berbeda. System respirasi pada tumbuhan pengambil CO2 dan mengeluarkan O2.
Begitu juga system respirasi pada hewan memiliki banyak perbedaan. Organ pernapasan pada hewan juga berbeda-beda, organ-organ pernapasan itu antara lain paru-paru, insang dan trakea.  Hewan yang menggunakan alat pernapasan trakea yaitu salah satunya serangga atau insekta.Berdasarkan uraian perbedaan alat pernapasan di atas, penulis tertarik mengadakan suatu pengamatan tentang udara yang dihirup oleh serangga atau insekta.

B.     Rumusan masalah
Dari uraian diatas dapat dirumuskan permasalah sebagai berikut: Apakah pada system respirasi pada serangga membutuhkan oksigen? Dan apakah factor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan oksigen pada serangga?

 
C.     Tujuan
Penulisan laporan ini bertujuan yaitu untuk mengetahui:
1.      Membuktikan bahwa pernapasan pada serangga membutuhkan oksigen
2.      Melihat factor-faktor yang mempengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada serangga saat bernapas.

D.     Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari laporan ini adalah Memberikan informasi pada masyarakat bahwa:
1.      Pada system respirasi pada serangga membutuhkan oksigen
2.      Mengetahui factor-faktor  yang mempengaruhi kebutuhan oksigen pada serangga saat bernapas.




 _______________________________________________________________________
BAB II
KAJIAN TEORI

A.     Respirasi
Respirasi adalah suatu proses katabolisme, yaitu proses pembebasan energi kimia yang diperoleh dari pemecahan senyawa organik  menjadi dan O yang terkandung dalam senyawa organic pada sel hidup yang berguna untuk berbagai aktivitas tubuh. Pernapasan atau respirasi dapat juga dikatakan proses pertukaran gas yang berasal dari makhluk hidup dengan gas yang ada di lingkungannya, maksudnya adalah menganbil oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Untuk hewan yang  berukuran kecil, misalnya pada serangga, pertukaran gas dilakukan dengan menggunakan trakea,  sehingga disebut sistem pembuluh trakea. Secara sederhana, reaksi kimia yang terjadi dalam respirasi dapat dituliskan sebagai berikut:

C6H12O6 + 6O2 → 6 CO2 + 6H2O + ATP

B.     Respirasi pada Serangga
Serangga mempunyai alat pernapasan khusus berupa sistem trakea yang berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan O2 ke seluruh tubuh serta mengangkut dan mengeluarkan CO2 dari tubuh. Trakea memanjang dan bercabang-cabang menjadi saluran hawa halus yangmasuk ke seluruh jaringan tubuh oleh karena itu, pengangkutan O2 dan CO2 dalam sistem ini tidak membutuhkan bantuan sistem transportasi atau darah. Udara masuk dan keluar melalui stigma, yaitu lubang kecil yang terdapat di kanan-kiri tubuhnya. Selanjutnya dari stigma, udara masuk ke pembuluh trakea yang memanjang dan sebagian ke kantung hawa. Pada serangga bertubuh besar terjadinya pengeluaran gas sisa pernafasan terjadi karena adanya pengaruh kontraksi otot-otot tubuh yang bergerak secara teratur.
Laju metabolisme biasanya diperkirakan dengan mengukur banyaknya oksigen yang dikonsumsi makhluk hidup per satuan waktu. Hal ini memungkinkan karena oksidasi dari bahan makanan memerlukan oksigen (dalam jumlah yang diketahui) untuk menghasilkan energi yang dapat diketahui jumlahnya. Akan tetapi, laju metabolisme biasanya cukup diekspresikan dalam bentuk laju konsumsi oksigen.
Beberapa faktor yang mempengaruhi laju konsumsi oksigen antara lain temperatur, spesies hewan, ukuran badan, dan aktivitas. Laju konsumsi oksigen dapat ditentukan dengan berbagai cara, antara lain dengan menggunakan mikrorespirometer, metode Winkler, maupun respirometer Scholander.
Penggunaan masing-masing cara didasarkan pada jenis hewan yang akan diukur laju konsumsi oksigennya. Mikrorespirometer dipakai untuk mengukur konsumsi oksigen hewan yang berukuran kecil seperti serangga atau laba-laba.
Respirometer Scholander digunakan untuk mengukur laju konsumsi oksigen hewan-hewan seperti katak atau mencit. Alat ini terdiri atas syringe, manometer,tabung spesimen, dan tabung kontrol.














_________________________________________________________________ 

BAB III
METODE PENELITIAN

A.     Alat dan Bahan
1.      Respirometer sederhana
2.      Timbangan
3.      3 ekor jangkrik
4.      Kristal NaOH
5.      Eosin
6.      Kapas
7.      Tissue
8.      Pipet tetes
9.      Pinset

B.     Prosedur kerja
1.      Bungkuslah NaOH dengan kapas, letakkan dalam tabung respirometer
2.      Timbanglah berat 3 ekor jangkrik dan masukkan dalam tabung respirometer
3.      Rangkai alat respirometer kemudian pada ujung pipa kapiler teteskan eosin dengan pipet tetes, tutup dengan ibu jari
4.      Amati dan catat perubahan kedudukan eosin pada pipa berskala setiap 2 menit selama 10 menit
5.      Lakukan percobaan yang sama dengan jangkrik yang beratnya berbeda
6.      Catat hasil pengamatan.


 ________________________________________________________________________________
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.     HASIL
Table 1.1hasil skala kedudukan eosin tiap 2 menit selama 10 menit.
No
Berat jangkrik(g)
Skala kedudukan eosin tiap 2 menit
I.
II
III
IV
V
1
0,30
0,13
0,26
0,32
0,37
0,42
2
0,35
0,18
0,32
0,40
0,48
0,54
3
0,28
0,1
0,19
0,24
0,28
0,32

B.     PEMBAHASAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, peristiwa yang membuktikan bahwa jangkrik bernapas dengan mengambil oksigen dari lingkungan ditunjukan adanya pergerakkan eosin kea rah tabung specimen ( ke dalam) karena adanya penyusutan volume udara dalam tabung tertutup tersebut.
            Oksigen dihirup oleh jangkrik, kemudian karbondioksida yang dikeluarkan diserap oleh Kristal NaOH. Begitu terus menerus sehingga udara dalam tabung berkurang dan eosin bergerak ke dalam. Jadi zat yang berperan dalam pembuktian tersebut adalah eosin yang mengalami pergerakan kearah tabung.
            Dari data table hasil skala kedudukan eosin dapat dilihat bahwa ada pengaruh perbedaan berat badan jangkrik pada kedudukan skala. Pada jangkrik 1 yang memilik berat badan sedang cenderung volume rata-rata udara yang di hirupnya yaitu 0,13; 0,06; 0,05; 0,05. Dan pada jangkrik kedua yang memiliki berat badan yang lebih besar volume rata-rata udara yang dihirupnya yaitu 0,14; 0,08; 0,08;0,06. Sedangkan pada jangkrik 3 volume rata-rata udara yang dihirupnya yaitu 0,09; 0,05; 0,04; 0,04.
            Penjelasan diatas menunjukkan bahwa berat badan yang lebih berat akan membutuhkan udara yang lebih banyak juga. Begitu sebaliknya berat badan yang kecil, akan membutuhkan udara lebih sedikit. 

 ___________________________________________________________________________

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.     KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat diisimpulkan bahwa:
1.      Udara yang dihirup oleh serangga atau insekta adalah oksigen.
2.      Semakin besar serangga, maka semakin banyak juga udara yang di butuhkannya.
3.      Semakin kecil serangga, maka semakin kecil udara yang dibutuhkannya.

B.     SARAN
Adapun saran ditujukan untuk:
1.      Siswa, agar memperhatikan runtutan teknik pada saat melakukan percobaan.
2.      Siswa, agar dapat berhati-hati pada saat melakukan percobaan.

No comments

Post a Comment

Powered by Blogger.