// No block text, no copy and paste text

Follow Me!

Sunday, February 10, 2013

Laporan Praktikum Sistem Respirasi

LAPORAN PRATIKUM BIOLOGI

SISTEM RESPIRASI
DISUSUN OLEH:
Nama Kelompok               : Agi Febrian Trihadijaya
Indri Marantika Wulandari
Melan Tesa Anjelina
M. Yazadi
Yessica Viania Variska
Yolanda Dwi Juliana
Kelas                                  : XI PSIA 1
Tanggal Praktikum            : 1 Februari 2013
Guru Mata Pelajaran        : Dewi Artati, M.Pd Si

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU UTARA
DINAS PENDIDIKAN NASIONAL
SMA NEGERI 1 ARGAMAKMUR

2013

____________________________________________________________________

BAB 1 
PENDAHULUAN 



A. Latar Belakang

Untuk melangsungkan kehidupannya manusia memerlukan udara untuk membantu menggerakkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Udara merupakan kebutuhan manusia sehari-hari yang wajib didapatkan bagi setiap makhluk hidup. Udara yang didapatkan setiap hari digunakan oleh tubuh sebagai material. 

Respirasi sendiri berarti proses mobilisasi energi yang dilakukan makhluk hidup melalui pemecahan senyawa berenergi tinggi untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup. Istilah respirasi mencakup proses-proses yang juga tidak tercakup pada istilah pernapasan. Respirasi terjadi pada semua makhluk hidup. Apabila pernapasan biasanya diasosiasikan dengan penggunaan oksigen sebagai senyawa pemecah, respirasi tidak selalu melibatkan oksigen. Karena proses ini adalah reaksi eksoterm (melepaskan energi), energi yang dilepas ditangkap oleh ADP atau NADP membentuk ATP atau NADPH. Pada gilirannya, berbagai reaksi biokimia endotermik (memerlukan energi) dipasok kebutuhan energinya dari kedua kelompok senyawa terakhir ini. 

Udara yang masuk kedalam tubuh akan di proses melalui system respirasi atau system pernapasan yang masuk ke dalam tubuh melalui rongga hidung, laring, faring, trakea, paru-paru, bronkus, bronkeolus, alveolus. 

Dalam paru-paru terdapat kapasitas untuk menampung udara yang banyak dikenal sebagai volume udara pernapasan. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik mengadakan suatu pengamatan tentang volume udara pernapasan pada paru-paru. 



B. Rumusan masalah

Dari uraian diatas dapat dirumuskan permasalah sebagai berikut: bagaimana mengetahui Volume udara pernapasan pada paru-paru. 



C. Tujuan

Penulisan laporan ini bertujuan untuk mengetahui Volume udara pernapasan pada paru-paru. 


D. Manfaat

Manfaat yang diharapkan dari laporan ini adalah Memberikan informasi pada masyarakat tentang Volume udara pernapasan pada paru-paru. 

______________________________________________________________________

BAB II 

KAJIAN TEORI 



A. Respirasi

Pernapasan atau respirasi merupakan kegiatan menghirup oksigen (O2) dan menghembuskan CO2. Proses pengambilan udara masuk kedalam tubuh disebut inspirasi atau menarik napas. Pengeluaran udara dari dalam tubuh disebut ekspirasi atau menghembuskan napas. Oksigen digunakan untuk reaksi respirasi sebagai berikut. 

C6H12O6 + 6O2 → 6H2O + 6CO2 + ATP 

Oksigen yang diperoleh digunakan untuk memecahkan zat makanan berupa gula menjadi energy dalam bentuk ATP. Produk sampingan dari proses pernapasan berupa air dan karbon dioksida. Ada dua macam mekanisme pernapasan, yaitu : 

1. Pernapasan Dada

Pernapasan Dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut. Fase inspirasi : Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk. Fase ekspirasi : Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar. 

2. Pernapasan perut (Diafragma)

Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada. Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua tahap yakni sebagai berikut. Fase Inspirasi : Pada fase ini otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar, akibatnya rongga dada membesar dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar masuk. Fase Ekspirasi : Fase ekspirasi merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisi semula, mengembang) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar, akibatnya udara keluar dari paru-paru. 



B. Alat-alat Respirasi

Alat-alat respirasi manusia adalah rongga hidung, faring ,laring , trakea, paru-paru, bronkus,bronkiolus, dan alveolus. 

1. Rongga Hidung

Rongga hidung merupakan tempat pertama kali masuknya udara ke dalam tubuh.Udara di saring oleh rambut rongga hidung dan di hangatkan di ruang nasal sesuai dengan suhu tubuh.Bau udara yang masuk di kenali oleh inda pembau,kemudin udara masuk ke faring. 

2. Faring

Faring (tekak) merupakan daerah pertemuan saluran respirasi dan saluran pencernaan makanan.Pada faring terdapat katup penutup rongga hidung yang disebut uvula atau anak tekak.selanjutnya, udara masuk ke laring. 

3. Laring

Laring merupakan daerah pangkal batang tenggorokan.Laring terdiri atas kepingan tulang rawan yang membentuk jakun.Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis).Pada pangkal tenggorokan inilah terdapat pita suara. 

4. Trakea

Trakea ( batang tenggorokan ) merupakan saluran respirasi berbentuk pipa yang terdiri atas gelang-gelang tulang rawan dengan panjang sekitar 10 cm. 

5. Paru-paru

Paru-paru di bungkus oleh selaput yang disebut pleura. Pleura terdiri atas selaput dalam (pleura viseralis) dan selaput luar (pleura parietalis). Pada paru-paru kanan terdapat tiga lobus, sedangkan paru-aru kiri dua lobus. Setiap lobus terbagi atas lobulus-lobulus dan masing-masing lobulus memiliki bronkiolus dengan sejumlah alveolus. 

6. Bronkus dan Bronkiolus

Bronkus dan Bronkiolus merupakan percabangan dari trakea. Bronkus bercabang menjadi bronkus kanan dan bronkus kiri. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus,sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.Masing-masing pembuluh brokiolus berakhir pada alveous. 

7. Alveolus

Alveolus merupakan ujung dari saluran respirasi yang di bangun oleh epitel skuamosa sederhana. Alveolus memiliki dinding yang sangat tipis dan elastis. Pada permukaan luarnya terdapat banyak kapiler darah sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran O2 dan CO2 secara difusi.Pada paru-paru terdapat lebih kurang 300 juta alveolus 

Jalannya Udara Pernapasan :

Udara masuk melalui lubang hidung → melewati faring → melewati laring → melewati glotis → masuk ke trakea → masuk ke percabangan trakea (bronkus) → masuk ke percabangan bronkus (bronkeolus) → udara berakhir pada ujung bronchus berupa gelembung yang disebut alveolus. 


C. Volume Udara Pernapasan

Berikut ini adalah macam-macam volume udara pernapasan.

  1. Volume pernapasan (volume tidal), yaitu udara yang keluar masuk paru-paru setelah melakukan pernapasan biasa, volumenya ± 500 cc. 
  2. Volume udara komplementer, yaitu volume udara yang masih dapat dimasukkan ke dalam paru-paru dengan cara inspirasi maksimum setelah inspirasi biasa. Volumenya ± 1.500 cc. 
  3. Volume udara cadangan atau udara suplementer, yaitu volume udara yang masih dapat dikeluarkan dari dalam paru-paru dengan cara ekspirasi maksimum setelah melakukan ekspirasi biasa. Volumenya ± 1.500 cc. 
  4. Volume udara residu (udara sisa), yaitu volume udara yang tersisa di paru-paru setelah ekspirasi maksimal. Volumenya ± 1.000 cc. 
  5. Kapasitas vital paru-paru, yaitu udara maksimum yang dikeluarkan secara ekspirasi maksimal setelah melakukan inspirasi maksimal. Kapasitas vital merupakan penjumlahan antara volume tidal, komplementer, dan suplementer. Volumenya ± 3.500 cc. 
  6. Kapasitas total paru-paru, yaitu volume udara yang masih dapat ditampung paru-paru semaksimal mungkin. Kapasitas total merupakan penjumlahan kapasitas vital dengan udara residu. Volumenya ± 4.500 cc. 
Frekuensi atau cepat lambatnya pernapasan manusia dipengaruhi oleh beberapa factor, baik dari luar maupun dalam, yaitu umur, jenis kelamin, aktivitas tubuh, suhu tubuh, dan posisi tubuh. Makin banyak organ tubuh yang bekerja dan makin berat kerja organ tersebut, makin tinggi kebutuhan energy yang diperlukan, sehingga laju metabolism dan irama pernapasan semakin cepat. 


______________________________________________________________________
BAB III 

METODE PENELITIAN 




A. Alat dan Bahan
  1. Selang plastik ukuran kecil (sepanjang empat meter) 
  2. Ember plastik 
  3. Paku 
  4. Air 
  5. Meteran 
  6. Tali rafia 
B. Prosedur kerja
  1. isilah ember plastik dengan air hingga memenuhi 3/4 bagian ember. 
  2. Ikat selang dengan tali rafia kemudian kaitkan pada paku yang tertancap dipohon dan berjarak dua meter dari tanah 
  3. Masukkan ujung selang ke dalam ember berisi air dan ujung yang lain untuk di hisap 
  4. Kemudian masing-masing anggota kelompok di persilahkan untuk menghisap air melalui selang dengan menggunakan teknik A,B,C. 
A : keluarkan napas pelan dan menghisap pelan
B : keluarkan napas pelan dan menghisap maksimum (sekuat-kuatnya)
C : keluarkan napas secara maksimum dan menghisap maksimum
_________________________________________________________________________

BAB IV 
HASIL DAN PEMBAHASAN 



A. HASIL



Table 1.1 Tinggi permukaan air dalam selang pada tiap responden.

Keterangan :

  • Teknik A yaitu teknik mengeluarkan napas secara biasa, kemudian menghisap secara biasa juga. 
  • Teknik B yaitu teknik mengeluarkan napas secara biasa, kemudian menghisap secara maksimum (sekuat-kuatnya). 
  • Teknik C yaitu teknik mengeluarkan napas secara maksimum, kemudian menghisap secara maksimum. 

B. PEMBAHASAN

Dari table diatas di dapat bahwa volume udara pernapasan pada paru-paru setiap orang berbeda. Pada teknik A volume udara pernapasan cenderung sedikit. Kemudian pada teknik B volume udara pernapasan yang di hirup lebih banyak. Dan pada teknik C volume udara pernapasan cenderung sedang. Namun seharusnya hasil yang di dapat pada teknik A volume udara pernapasan lebih sedikit atau yang di sebut volume tidal, selanjutnya pada teknik B volume udara pernapasan yang dihirup sedang atau disebut volume udara komplementer, sedangkan pada teknik C seharusnya di dapatkan rata-rata yang lebih tinggi yang disebut kapasitas vitas paru-paru. Perbedaan hasil yang di dapat dipengaruhi oleh urutan antara teknik pada saat percobaan. Karena jika melakukan percobaan dengan runtutan teknik yang berbeda akan menghasilkan hasil yang berbeda pula. 

Dari hasil pembahasan diatas dapat diketahui volume udara pernapasan pada paru-paru setiap orang. Karena ada keterkaitan antara naiknya air ke selang dengan volume udara pernapasan pada paru-paru. Volume udara pernapasan pada paru-paru dapat disetarakan dengan volume air yang naik ke selang pada saat seseorang menarik napas.

_____________________________________________________________________________
BAB V 
KESIMPULAN DAN SARAN 



A. KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat diisimpulkan bahwa:

  1. Teknik A (membuang napas perlahan kemudian menghisap perlahan) disebut volume tidal atau udara pernapasan, dengan teknik ini udara yang dapat kita hisap semakin sedikit . 
  2. Teknik B (membuang napas perlahan kemudian menghisap maksimal atau sekuat-kuatnya) disebut volume udara komplementer atau cadangan respirasi. Yang mana dengan teknik ini udara yang didapat sedang. 
  3. Teknik C (membuang napas maksimal kemudian menghisap maksimal) Disebut dengan kapasitas vital paru-paru. Yang mana dengan teknik ini didapati udara yang semakin banyak. 
  4. Kapasitas paru-paru dipengaruhi oleh aktivitas dan kondisi. 


B. SARAN

Adapun saran ditujukan untuk:
  1. Siswa, agar memperhatikan runtutan teknik pada saat melakukan percobaan. 
  2. Siswa, agar lebih cermat pada saat mengukur ketinggian air pada selang. 
________________________________________________________________________
DATAR PUSTAKA 

Anas, Khairul (2012). Respirasi Aerob dan Anaerob. (online). http://khairul-anas.blogspot.com/2012/05/respirasi-aerob-dan-anaerob.html. Diakses tanggal 7 Februari 2013.

Anonim (2011). Respirasi. (online). http://id.wikipedia.org/wiki/Respirasi. Diakses tanggal 7 Februari 2013.

Anonim (2011). Volume Udara Pernapasan. (online). http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi /0078%20Bio%202-8e.htm. Diakses tanggal 7 Februari 2013.

Anonim (2012). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Frekuensi dan Volume Udara pada Pernapasan Manusia. (online). http://www.bimbie.com/frekuensi-volume-pernafasan-manusia.htm. Diakses tanggal 7 Februari 2013.

Anonim (2013). Volume Udara Pernapasan. (online). http://www.materisekolah.com/volume-udara-pernapasan/. Diakses tanggal 7 Februari 2013.

Budiyanto (2011). Proses Pernapasan Pada Manusia. (online). http://budisma.web.id/materi/sma/biologi-kelas-xi/proses-pernapasan-pada-manusia/. Diakses tanggal 7 Februari 2013.

Frisilia, Jeane (2012). Macam-macam Udara Pernapasan Manusia. (online). http://jeane-frisilia.blogspot.com/2012/02/udara-pernapasan.html. Diakses tanggal 7 Februari 2013.

Ifniani, Rifka (2012). Volume Udara dan Kapasitas Udara Pernapasan. (online). http://biologilma.blogspot.com/2011/02/volume-udara-dan-kapasitas-udara.html. Diakses tanggal 7 Februari 2013.

Maulana, Putri (2012). Volume Udara Pernapasan pada Manusia. (online). http://perpustakaancyber.blogspot.com/2012/12/volume-udara-pernapasan-pada-manusia.html. Diakses tanggal 7 Februari 2013.

Ridwan (2010). Sistem Respirasi Manusia, Alat Pernafasan Beserta Fungsinya. (online). http://ridwanaz.com/umum/biologi/sistem-respirasi-manusia-alat-pernafasan-dan-fungsinya/. Diakses tanggal 7 Februari 2013.

_________________________________________________________________________
LAMPIRAN 




Gambar 1.1. Tampak siswa yang sedang menghidrup udara didalam selang

Gambar 1.2 Tampak teman yang lainnya sedang memberi tanda kenaikan air

Gambar 1.3 Tampak siswa yang sedang mengukur ketinggian air

Gambar 1.4 Tampak siswa yang sedang mengukur ketinggian air dengan seksama

Reaksi:

0 comment:

Post a Comment