.quickedit{ display:none; }

Laporan Praktikum Uji Kandungan Bahan Makanan

LAPORAN PRATIKUM BIOLOGI
UJI KANDUNGAN BAHAN MAKANAN

DISUSUN OLEH:
Nama Kelompok               : Agi Febrian Trihadijaya
Indri Marantika Wulandari
Melan Tesa Anjelina
M. Yazadi
Yessica Viania Variska
Yolanda Dwi Juliana
Kelas                                  : XI PSIA 1
Tanggal Praktikum            : 25 Januari 2013
Guru Mata Pelajaran        : Dewi Artati, M.Pd Si

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU UTARA
DINAS PENDIDIKAN NASIONAL
SMA NEGERI 1 ARGAMAKMUR
2013

_______________________________________________________________
BAB 1
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Untuk tetap bertahan hidup makhluk hidup memerlukan makanan sebagai sumber energi. Makanan merupakan kebutuhan kita sehari-hari dan kebutuhan mutlak yang wajib dipenuhi bagi setiap makhluk hidup. Makanan yang kita konsumsi setiap hari merupakan zat gizi utama bagi tubuh. zat gizi (nutrisi) adalah substansi-substansi di dalam makanan yang menyediakan energy dan material untuk perkembangan ,pertumbuhan ,dan perbikan sel tubuh.
Makanan yang masuk kedalam tubuh kita akan di proses melalui sistem pencernaan yang di pecah menjadi molekul sederhana melalui dua cara ,yaitu secara mekanis dan kimiawi. Cara mekanis melibatkan pergerakan otot, misalnya melalui mulut (gigi) dan gerak paristlasis. Cara kimiawi di lakukan oleh enzim pencernaan dan di proses di dalam mulut dan lambung.
Namun sebelum makanan tersebut dikonsumsi untuk selanjutnya dapat dicerna oleh tubuh , sebaiknya perlu diperhatikan zat gizi (nutrisi) yang terkandung di dalamnya. Tapi terkadang kebanyakan orang memang tidak terlalu memperhatikan hal tersebut sehingga saat manusia makan, mereka melupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya. Contohnya saja dalam sehari kadang beberapa orang hanya mengkonsumsi karbohidrat tanpa protein, glukosa dan makanan lainnya yang menjadi sumber zat gizi (nutrisi). Hal tersebut karena kebanyakan dari mereka tidak mengetahui pasti bahan makanan apa saja yang mengandung zat gizi (nutrisi) yang diperlukan oleh tubuh mereka. Oleh karena itu, diadakan praktikum untuk mengetahui kandungan karbohidrat, protein, lemak dan glukosa dalam berbagai bahan makanan.
B.     Rumusan masalah
Dari uraian diatas dapat dirumuskan permasalah sebagai berikut: Bagaimana menguji kandungan karbohidrat, protein, lemak dan glukosa dalam berbagai bahan makanan.
 C.     Tujuan
Penulisan laporan ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan glukosa dalam berbagai bahan makanan.
 D.     Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari laporan ini adalah :
  • Memberikan informasi pada masyarakat tentang kandungan karbohidarat, protein, lemak, dan glukosa dalam berbagai bahan makanan.

___________________________________________________________________________
 BAB II
KAJIAN TEORI

A.     Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang menjadi sumber energy utama bagi manusia dan hewan. Karbohidrat tersusun dari senyawa sederhana seperti monosakarida, disakarida, karbohodrat kompleks seperti polisakarida dan serat. Karbohidrat mempunyai beberapa fungsi, yaitu sebagai sumber energy utama bagi tubuh, mengatur metabolisme lemak, menjaga keseimbangan asam dan basa, membentuk struktur sel, jaringan, dan organ tubuh, membantu penyerapan kalsium, memberi rasa manis pada makanan, dan membantu mengeluarkan feses. Karbohidrat banyak terkandung dalam makanan yang terbuat dari padi-padian, umbi, dan kacang-kacangan.
Semakin sederhana susunan molekul karbohidrat, maka senyawa tersebut akan mudah dicerna dan rasanya akan semakin manis. Semakin panjang susunan molekul karbohidrat, maka senyawa tersebut akan semakin sulit dicerna, misalnya serat. Akan tetapi makanan berserat ini akan bermanfaat untuk memperlancar proses pencernaan.
Di dalam saluran pencernaan, karbohidrat akan mengalami metabolisme. Proses tersebut terjadi di mulut, lambung, dan usus. Hasil akhir metabolism karbohidrat berupa glukosa berserta darah yang akan memenuhi kebutuhan energy sel-sek tubuh.
 B.     Protein
Protein merupakan makromolekul penyusun bagian terbesar tubuh setelah air, yaitu seperlima bagian tubuh. Protein terbentuk oleh rantai panjang asam amino yang terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Asam amino yang tersusun dari unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang S serta P. asam amino terdiri atas satu gugus karbosil (-COOH), satu gugus amino, satu atom H, dan satu gugus radikal (-R). fungsi dari protein yaitu sebagai zat pembangun tubuh, menyintesis substansi-substansi penting tubuh, menjaga keseimbangan cairan tubuh, menyediakan sumber energy dan mendetoksifikasi zat-zat asing yang terdapat di dalam tubuh.
Protein dapat kita peroleh dari hewan (protein hewani), maupun tumbuhan (protein nabati). Sumber protein hewani antara lain daging, susu, dan telur, sedangkan sumber protein nabati antara lain padi-padian, kacang-kacangan, dan sayuran.
Rata-rata standar kecukupan protein sehari adalah 45 gram. Jika kekurangan protein akan menyebabkan penyakit kwashiorkor. Tingkat kebutuhan protein dipengaruhi okeh bobot dan ukuran badan, umur, jenis kelamin, penyakit dan lainnya.
 C.     Lemak
Lemak atau lipid adalah senyawa organic yang tidak arut dalam air, tetapi larut Dallam zat pelarut organic (nonpolar), seperti kloroform, eter, dan minyak tanah. Lemak dapat dikelempokan menjadi tiga macam, yaitu lemk sederhana, lemak campuran, dan lemak asli. Lemak mempunyai beberapa fungsi antara lain adalah sumber energy yang menyediakan 9,3 kalori per gramnya, pembawa zat-zat makanan esensisal, pelarut vitamin A, D, E, K, pelindung tubuh dari suhu dingin dan luka, penyimpan makanan cadangan, penyedap makanan dan penahan rasa lapar.
 D.     Glukosa
Glukosa adalah suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan. Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa—monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut "cincin piranosa", bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang proporsinya 0.0026% pada pH 7.
Glukosa merupakan sumber tenaga yang terdapat di mana-mana dalam biologi. Kita dapat menduga alasan mengapa glukosa, dan bukan monosakarida lain seperti fruktosa, begitu banyak digunakan. Glukosa dapat dibentuk dari formaldehida pada keadaan abiotik, sehingga akan mudah tersedia bagi sistem biokimia primitif. Hal yang lebih penting bagi organisme tingkat atas adalah kecenderungan glukosa, dibandingkan dengan gula heksosa lainnya, yang tidak mudah bereaksi secara nonspesifik dengan gugus amino suatu protein. Reaksi ini (glikosilasi) mereduksi atau bahkan merusak fungsi berbagai enzim. Rendahnya laju glikosilasi ini dikarenakan glukosa yang kebanyakan berada dalam isomer siklik yang kurang reaktif. Meski begitu, komplikasi akut seperti diabetes, kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan saraf periferal (‘’peripheral neuropathy’’), kemungkinan disebabkan oleh glikosilasi protein.

_______________________________________________________________________
BAB III
METODE PENELITIAN

A.     Alat dan Bahan
1.      Alat
  • a.       Tabung reaksi
  • b.      Rak tabung
  • c.       Gelas kimia
  • d.      Pembakar spiritus
  • e.       Pipet tetes
  • f.       Korek api
2.      Bahan
  • a.       Nasi
  • b.      Kentang
  • c.       Roti
  • d.      Tahu
  • e.       Telur
  • f.       Alpokat
  • g.       Minyak goring
  • h.      Margarin
  • i.        Ekstrak gula
  • j.        Ekstrak permen
  • k.      Biuret
  • l.        Lugol
  • m.    Fehling A dan fehling B
  • n.      Benedict
B.     Prosedur kerja
                                I.            Karbohidrat
a.       Haluskan bahan nasi, kentang, roti lalu beri sedikit air hingga menghasilkan ekstrak
b.      Masukkan masing-masing ekstrak ke dalam tabung reaksi
c.       Tambahkan setetes demi setetes larutan lugol sambil di kocok hingga terjadi perubahan warna.
                             II.            Protein
a.       Haluskan bahan tahu dan telur lalu beri sedikit air hingga menghasilkan ekstrak
b.      Masukkan masing-masing ekstrak ke dalam tabung reaksi
c.       Tambahakan setetes demi setetes larutan biuret sambil di kocok hingga terjadi perubahan warna.
                           III.            Lemak
a.       Siapkan kertas buram
b.      Olehkan minyak pada kertas buram
c.       Lakukan juga pada alpukat dan mentega
                          IV.            Glukosa
a.       Haluskan bahan gula dan permen lalu beri sedikit air hingga menghasilkan ekstrak
b.      Masukkan masing-masing ekstrak ke dalam tabung reaksi
        c.       Panaskan tabung reaksi ke dalam gelas kimia yang di isi air, hingga berubah ekstrak
              berubah  warna. 

__________________________________________________________________________
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.     HASIL
Table 1.1 Hasil uji bahan makanan
 
B.     PEMBAHASAN
Dari table 1.1 didapatkan bahwa nasi merupakan salah satu contoh bahan makanan yang mengandung karbohidrat. Karena setelah diberi tetesan lugol ekstrak nasi berubah warna menjadi biru tua. Begitu juga pada kentang dan roti yang mengalami perubahan warna yang sama seperti nasi setelah di beri tetesan lugol.
Sementara pada tahu dan telur yang di berikan tetesan biuret mengalami perubahan warna menjadi ungu. Ini menunjukkan bahwa tahu dan telur merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung protein.
Lain halnya dengan alpukat, minyak dan mentega merupakan bahan makanan yang mengandung lemak. Karena hasil percobaan menunjukkan kertas buram yang di olesi bahan makanan diatas akan tampak transparan.
Sedangkan pada percobaan yang dilakukan pada gula dan permen, ekstrak gula dan permen yang sudah di berikan tetesan fehling A dan B atau Benedict kemudian di panaskan dan mengalami perubahan warna menjadi merah bata. Hal tersebut membuktikan bahwa gula dan permen merupakan glukosa. 

_______________________________________________________________________
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.     KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat diisimpulkan bahwa:
1)      Nasi,roti dan kentang adalah karbohidrat karena dari hasil uji laboratorium yang dilakukan menunjukkan ekstrak dari nasi, roti dan kentang diteteskan dengan lugol berubah warna menjadi biru tua yang berarti bahan makanan tersebut mengandung karbohidrat .
2)      Mentega, alpukat dan minyak mengandung lemak karena saat dioleskan ke kertas buram, kertas tersebut kana berubah menjadi transparan.
3)      Permen dan gula mengandung bahan glukosa karena saat pembakaran, ekstrak permen dan gula yang sudah ditambahkan benedict dan fehling A,B berubah warna menjadi merah bata.
4)      Putih telur, dan tahu terbukti mengandung protein karena hasil uji laboratorium menunjukkan perubahan warna pada ekstrak putih telur dan tahu saat diteteskan biuret.

B.     SARAN
Adapun saran ditujukan untuk:
  • Siswa, agar dapat berhati-hati pada saat melakukan percobaan. 

________________________________________________________________________
DATAR PUSTAKA

Mukti (2011). Apa itu larutan lugol,trus karakteristik dan fungsinya?. (online). http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20101102232420AAosOOn. Diakses tanggal 29 Januari 2013. Sisca (2009). Lugol, Biuret, Behnedict, Fehling. (online). http://www.forumsains.com/biologi-smu/lugol-biuret-benedict-dan-fehling/. Diakses tanggal 29 Januari 2013. Wikipedia (2012). Glukosa. (online). http://id.wikipedia.org/wiki/Glukosa. Diakses tanggal 29 Januari 2013. Wikipedia (2012). Larutan Fehling. (online). http://ms.wikipedia.org/wiki/Larutan_Fehling. Diakses tanggal 29 Januari 2013. Wikipedia (2012). Karbohidrat. (online). http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat. Diakses tanggal 29 Januari 2013. Wikipedia (2012). Protein. (online). http://id.wikipedia.org/wiki/Protein. Diakses tanggal 29 Januari 2013. Zanarko, Yulius (2010). Apa yang dimaksud cairan biuret itu?. (online). http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080906164656AAEBY0e. Diakses tanggal 29 Januari 2013. 

No comments

Post a Comment

Powered by Blogger.