.quickedit{ display:none; }

Laporan Praktikum Golongan Darah


LAPORAN PRATIKUM BIOLOGI
GOLONGAN DARAH

DISUSUN OLEH:
Nama Kelompok              : Agi Febrian Trihadijaya
                                    Anastesya Cristyn
Arif Dwi Putra Prawira
Gery Setyo Pambudi
Wendi Mahendra Saputra
Yolanda Dwi Juliana
Kelas                           : XI PSIA 1
Tanggal Praktikum           : 30 November 2012
Guru Mata Pelajaran         : Dewi Artati, M.Pd Si

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU UTARA
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 ARGAMAKMUR
2012


_____________________________________________________________________


BAB 1
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Agar dapat beraktivitas, manusia memerlukan oksigen sebagai sumber bahan bakar penghasil energi yang diangkut melalui sistem peredaran darah. Sistem peredaran darah manusia disebut sistem kardiovaskuler ( Yunani, Kardia = jantung; vasculum = pembuluh).
 Sistem kardiovaskuler berguna untuk mengangkut zat makanan dan oksigen keseluruh bagian tubuh, mengangkut sisa metabolisme dari jaringan ke organ ekskresi, dan mengedarkan hormon serta kelenjar endokrin ke bagian-bagian tubuh tertentu. Karena darah mengalir melalui saluran (pembuluh), maka sistem peredaran darah manusia bersifat tertutup.
Sistem peredaran darah terdiri atas jantung,  pembuluh darah, dan darah. Jantung adalah organ yang berfungsi sebagai alat pemompa darah ke seluruh tubuh. Jantung terdapat pada suatu kantong dari jaringan ikat yang disebut perikardium. Sedangkan pembuluh darah adalah organ yang berfungsi untuk mengangkut darah yang keluar ataupun menuju jantung. Dan darah adalah cairan jaringan yang dialirkan melalui pembuluh.
Didalam darah terdapat sistem penggolongan darah. Pada saat ini menjadi hal yang wajib mengetahui golongan darah, karena akan mempermudah jika seseorang terjangkit penyakit. Oleh karena itu, diadakan pratikum tentang golongan darah, supaya siswa dapat mengetahui golongan darah dan dapat membaca sampel penggolongan darah.

B.     Rumusan masalah
Dari uraian diatas dapat dirumuskan permasalah sebagai berikut: Bagaimana cara untuk mengetahui golongan darah seseorang?

C.     Tujuan
Penulisan laporan ini bertujuan untuk mengetahui golongan darah pada seseorang.

D.     Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari laporan ini adalah :
1.      Memberikan informasi pada masyarakat tentang bagaimana cara mengetahui golongan darah.

 __________________________________________________________________________
BAB II
KAJIAN TEORI

A.     Darah
Darah terdiri dari atas sel-sel darah ( sel darah putih dan sel darah merah), trombosit (keping darah), dan plasma darah. Lebih kurang 55% dari seluruh volume darah terdiri atas plasma darah. Sisanya, yaitu 45% terdiri atas sel-sel dan keping darah.
Struktur dan komposisi darah
1.      Plasma Darah
Plasma darah adalah cairan darah yang berwarna kekuningan. Lebih kurang dari 92% dari plasma adalah air, sehingga sisanya berupa garam dan molekul organik. Bahan terlarut yang ada dalam plasma darah adalah protein plasma, garam-garam dalam, SO-24, gas-gas, bahan makanan, garam mineral, produk limbah, bahan pengatur. Bagian plasma darah yang berperan dalam pertahanan tubuh adalah serum. Serum mengandung beragam antibodi untuk melawan antigen. Misalnya, aglutinin untuk menggumpalkan antigen presipitin yang dapat mengendapkan antigen.
2.      Sel-sel Darah Merah
Sel darah merah (eritrosit) adalah bagian utama dari sel-sel darah. Ciri-ciri dari sel darah merah, anatar lain bentuknya melingkar, pipih, dan cakram bikonkaf; sel yang telah matang tidak mempunyai nukleus; berdiameter kurang dari 0,01 mm; dan elastis.hemoglobin adalah suatu protein yang mengandung senyawa besi hemin. Hemoglobin mempunyai daya ikat terhadap oksigen dan karbon dioksida dan berwarna merah. Sel-sel darah merah berasal dari sel darah induk dan diproduksi didalam sumsum tulang merah. Sel darah merah yang matang akan kehilangan nukleus dan memperoleh molekul Hb. Umur sel darah merah lebih kurang 120 hari. Setelah sel-sel tersebut usang atau mati, kemudian dihancurkan didalam organ hati/limpa dan ditelan oleh makrofag.
3.      Sel-sel Darah Putih
Sel darah putih (leukosit) tidak berwarna, mempunyai nukleus, kehilangan Hb, bentuknya tidak beraturan, dapat bergerak, dan dapat merubah bentuk.perbandingan jumlah sel darah putih dengan sel darah merah adalah 1:700. Fungsi utama leukosit adalah memakan kuman penyakit atau benda asing lain yang masuk kedalam tubuh. Selain itu juga sebagai pengangkut zat lemak. Sel darah putih dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu granulosit yang mempunyai nukleus yang banyak dan bersifat fagosit. Dan agranulosit yang hanya mempunyai satu nukleus dan tidak seluruhnya bersifat fagosit.
4.      Keping Darah
Keping darah (trombosit) berbentuk tidak beraturan, berukuran kecil, tidak berwarna dan tidak berinti. Trombosit berfungsi untuk pembekuan darah. Keping darah berasal dari hasil fragmentasi sel megakariosit di sumsum tulang merah.  Setiap hari tubuh manusia memproduksi rata-rata 200 miliar keping darah. Dalam darah terkandung 150-300 ribu per mm kubik.

Fungsi Darah
1.      Pengangkut substansi yang diperlukan ke bagian-bagian tubuh
2.      Membunuh partikel asing secara fagositosis
3.      Memproduksi antibodi
4.      Menjaga tekanan osmotik
5.      Mengangkut sisa metabolisme ke organ-organ pengeluaran.

B.     Golongan darah
Dr. Karl Landsteiner pada tahun 1900, memperkenalkan 4 macam golongan darah yaitu A, B, AB, dan O. Pembagian tersebut berdasarkan ada tidaknya aglutinogen (antigen) zat yang digumpalkan dan aglutinin (antibodi) zat yang menggumpalkan. Berikut ini adalah tabel antigen dan antibodi yang terkandung pada tiap golongan darah.

Tabel 1.1 golongan darah sistem ABO
Golongan Darah
Antigen
Antibodi
A
A
Anti-B
B
B
Anti-A
AB
A dan B
Tidak ada
O
Tidak ada
Anti-A dan Anti-B

-          Pembagian golongan darah menurut antigen yang dimiliki :
a.       Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya.
b.      Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya.
c.       Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
d.      Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif

Gambar 1.1 sampel darah.
Pada tahun 1940, Dr. Karl menemukan penggolongan darah yang memanfaatkan faktor rhesus atau Rh. Nama ini diambil dari sampel monyet jenis Rhesus. Berdasarkan ada tidaknya antigen-Rh, maka golongan darah manusia dibedakan atas dua kelompok, yaitu: Rh-positif (Rh+)  berarti darahnya memiliki antigen-Rh yang ditunjukkan dengan reaksi positif atau terjadi p;enggumpalan eritrosit pada waktu dilakukan tes dengan anti-Rh ( antibodi-Rh), sedangkan Rh-negatif (Rh-) berati darahnya tidak memiliki antigen-Rh yang ditunjukkan dengan reaksi negatif atau tidak terjadi penggumpalan saat dilakukan tes dengan anti-Rh.
RhesusRh+ bersifat dominan, oleh karena itu Rh+ tidak boleh mendonorkan darahnya k tipe Rh- karena akan terjadi aglutinasi. Akan tetapi orang bergolongan darah Rh- boleh menyumbangkan darah ke orang bergolongan darah Rh+.
Saat akan menikah sebaiknya kita perlu melakukan pemeriksaan  antigen Rhesus dan memastikan Andadan pasangan memiliki antigen Rhesus yang sejenis. Hal ini penting diperhatikan karena jika tidak,  maka kemungkinan keselamatan bayi Anda yang ke-dua akan terancam eritroblastolis fetalis (kematian janin di dalam kandungan ibunya).
Eritroblastosis fetalis adalah kelainan darah yang berpotensi mengancam nyawa pada janin atau bayi baru lahir. Kondisi ini berkembang pada bayi yang belum lahir ketika ibu dan bayi memiliki jenis darah yang berbeda (ibu rhesus positif, janin rhesus negatif). Sang ibu akan memproduksi zat antibodi yang akan menyerang sel darah merah bayi. Pada kehamilan pertama antibodi yang dibuat oleh ibu belum begitu banyak, sehingga anak pertama akan selamat. Akan tetapi jika dalam kurang dari satu tahun ibu hamil anak yang kedua maka di dalam darah ibu masih cukup terdapat antibodi yang dihasilkan ketika mengandung anak yang pertama. Akibatnya janin kedua, sel darahnya akan segera diserang oleh antibodi tersebut dan mengakibatkan kematian janin.
oleh karena itu jika terpaksanya menikah dengan pasangan yang berbeda rhesus sebaiknya diberikan jarak kehamilan pertama dan kedua sedikitnya 5 tahun agar darah ibu bersih dari antibodi yang dihasilkannya sendiri, sehingga janin akan selamat hingga dilahirkan.

_____________________________________________________________________________
BAB III
METODE PENELITIAN

A.     Alat dan Bahan
1.      Kaca objek
2.      Lancet
3.      Alkohol
4.      Kapas
5.      1 set serum antigen
6.      Darah

B.     Prosedur kerja
1.      Taruhlah pada kaca objek setetes Antigen A, Antigen B, Antigen AB.
2.      Pada masing-masing Antigen setetes darah.
3.      Goyangkan kaca objek membentuk lingkaran selamat 4 menit.
4.      Lihatlah bagian mana yang ada aglunitasinya.
5.      Masukkan data hasil ke dalam tabel berikut.

_______________________________________________________________________
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.     HASIL
Dari praktikum yang dilakukan dilaboraturium SMAN 1 Argamakmur didapat hasil sampel penggolongan darah sebagai berikut.
Gambar 1.2 Sampel

B.     PEMBAHASAN
Membran sel darah merah manusia mengandung zat antigen A, atau antigen B atau keduanya atau tidak dua-duanya. Bila direksikan dengan anti bodi hemoglobin yang sesuai, akan mengaglutinasikan SDM tersebut. Reaksi ini dinamai reaksi aglutinasi langsung karena antigen yang diikat oleh antibody merupakan bagian integral dari SDM. System penggolongan ABO merupakan unsur penting dalam transfusi darah. Hal ini karena membran sel darah merah sebagian besar individu mengandung satu substansi golongan darah tipe A, B, AB dan O.
Hasil dari sampel diatas pada gambar 1.2 menyatakan bahwa golongan darah dari sampel tersebut adalah B. Ini dapat terlihat pada anti B dan anti AB terjadi penggumpalan. Reaksi aglutinasi terjadi apabila terdapat gumpalan pada darah yang ditetesi serum antibodi anti A dan anti B serum. Apabila darah yang ditetesi serum antibodi anti A menggumpal maka golongan darahnya A, bila darah ditetesi antibodi anti A dan antibodi anti B, keduanya menggumpal maka golongan darahnya AB.
Terjadi Aglutinasi karena Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan anti bodi yang terkandung darah tersebut yaitu :
a.       Golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A dipermukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya.
b.      Golongan darah B memiliki B pada permukaan pada sel arah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya.
c.       Golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B.
d.      Golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B.
 _______________________________________________________________________
BAB V
PENUTUP

A.     KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat diisimpulkan bahwa:
1.      Dinyatakan memiliki golongan darah A bila terjadi gumpalan pada darah yang ditetesi serum antibodi anti A.
2.      Dinyatakan memiliki golongan darah B bila terjadi gumpalan pada darah yang ditetesi serum antibodi anti B.
3.      Dinyatakan memiliki golongan darah AB bila terjadi gumpalan pada darah yang ditetesi serum antibodi anti A dan B.
4.      Dinyatakan memiliki golongan darah O bila terjadi gumpalan pada darah yang ditetesi serum antibodi anti A ataupun

B.     SARAN
Adapun saran ditujukan untuk:
1.      Siswa, agar dapat berhati-hati pada saat melakukan percobaan.
 ______________________________________________________________________________
LAMPIRAN
Gambar 1.1 Penetesan serum anti-A, anti-B, dan anti-AB
Gambar 1.2 Proses penetesan darah pada serum
Gambar 1.3 Hasil pengujian penggolongan darah




No comments

Post a Comment

Powered by Blogger.